Journey of My Mind


Kondomisasi Versus Revolusi Moral

Kondomisasi Versus Revolusi Moral

1 desember 2007. Awal desember ini menjadi awal bagi saya dan para sahabat saya untuk turun ke jalan melakukan long march sebagai mahasiswa. Long march tersebut dimulai dari bundaran HI dan di akhiri di depan RRI. kami sangat menikmati dan meresapi Kuliah yang tinggal 1 semester lagi ini (Insya Allah). Tapi bukan hanya semata-mata karena “keisengan” saja, kami pun mempunyai alasan yang sangat penting untuk akhirnya memutuskan ikut turun ke jalan, setelah hampir 3,5 tahun berstatus sebagai mahasiswa, kami tidak pernah berpartisipasi dengan rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk turun ke jalan. Alasan kuat kami itu ialah, karena 1 Desember merupakan hari AIDS sedunia. Hari dimana seharusnya umat manusia ingat, menyadari dan sadar apa itu AIDS? Dan berkomitmen untuk menghentikan penyebarannya, malah di jadikan ajang penyebaran virus AIDS itu sendiri. Jelas kami dan rekan-rekan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam FSLDK menentang hal tersebut.

Hari AIDS sedunia segelintir masyarakat Indonesia malah melakukan aksi melepas balon gas berbentuk kondom, yang bermakna bahwa Kondom ialah solusi, malaikat penolong untuk menyelesaikan penyebaran virus AIDS yang semakin hari semakin bertambah penyebarannya. Menurut segelinti masyarakat (yang tentunya di dukung oleh segelintir pemerintah, yang tidak bermoral) tersebut bahwa, penyebaran virus AIDS terjadi karena hubungan seks yang tidak memakai kondom (particularly Free sex without condom) jadi penting bagi mereka untuk men-sosialisasikan kondom kepada masyarakat, sehingga di lakukan aksi pembagian kondom gratis pada setiap orang, SIAPA PUN, ‘sudah di sunat atau pun belum”. Hal tersebut sebetulnya, bukan baru kali itu saja di lakukan. Selama ini banyak sekali LSM-LSM ataupun memang perusahan kondom itu sendiri, sering membagi-bagi kondom secara Cuma-Cuma dengan dalih SAFETY SEX.

Saya jadi bingung, kok bisa yah.. padahal justru sebetulnya apa yang di lakukan mereka itu malah mendukung penyebaran AIDS. Virus HIV AIDS ialah virus yang semula hanya di miliki oleh Hewan kera yang kemudian entah bagaimana bisa berpindah tempat ke manusia (Apakah ada hubungan yang sangat sangat Intens anara manusia dank era tersebut? Entahlah). Di Al-quran sudah disinggung tentang penyakit terkutuk ini, “Berhati-hati dan jagalah diri kamu dari sebuah “fitnah” (cobaan buruk) yang tidak hanya menimpa mereka yang melakukan kezaliman (penyimpangan)”. (Q.S. al-‘Anfâl [8]:25) penyakit ini memang azab bagi manusia-manusia yang bergaya hidup seperti kera, oleh karena itu Allah mengingat kan kita dalam ayatnya untuk kita berhati-hati dalam betingkah laku. Hampir dari semua manusia-manusia yang mengidap virus ini memiliki pola hidup yang tidak bermoral, seperti free sex (Homo, sex before married, prostitusi, dan sebagainya), narkoba (jarum suntik yang sembarangan). Jadi sangat mengherankan jika Segelintir masyarakat dan pemerintah yang tadi saya sebutkan di atas malah membagikan kondom gratis. Pembagian kondom gratis tersebut berarti sama saja dengan mendukung Free Sex, yang juga berarti mendukung penyebaran virus HIV. Apa lagi ternyata telah di teliti oleh prof.Dadang HAwari bahwa ternyata Virus HIV AIDS ukurannya lebih kecil 4 kali lipat dari pada pori-pori kondom itu sendiri (See… it is not solution!!).

Solusi yang tepat ialah mencegah perilaku free sex itu sendiri. Pembenahan moral dari manusia-manusia itu sendiri. Kembali pada agama (whatever religion) adalah jalan satu-satunya membrantas virus HIV, karena agama apa pun tidak memperbolehkan perzinahan (Free Sex). lalu mengapa orang-orang tersebut tetap melakukan kondomisasi? Naaaaah… ini dia nih yang sangat di sesali. Hmmm… ternyata kita benar-benar sudah ter-mindset kita sudah mengalami pendangkalan akhlak, kita benar benar sudah di serang kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah oleh kapitalisme. Manusia sudah lupa dengan agama “Agama adalah candu” ala karl marx pun sudah berubah menjadi “Agamanya Candu”. Jangan kan candu terhadap agama, ingat pun tidak. Candu menjadi agama bagi kebanyakan manusia saat ini. Ketika menghadapi dengan masalah-masalah bukannya kembali pada agama untuk mencari solusinya, malah sebaliknya manusia saat ini cendrung mencari candu sebagai solusi.

Perusahaan-perusahaan kondom dengan asiknya mengkampanyekan Safety sex dengan berbagai macam rasa. Seperti Kondom Fiesta misalnya (Kondom yang sangat saya benci, karena iklan nya sangat terang-terangan mengajak pemuda untuk mencobanya!!) Iyah pangsa pasar Kondom Fiesta itu memang Anak-anak Muda, Anak-anak muda yang melakukan sex di luar nikah/ zinah! anak-anak muda ini di dukung oleh perusahaan kondom tersebut untuk melakukan safety free sex. Sepertinya perusahan-perusahan kondom berusaaha membentuk pola pikir kita bahwa FREE SEX WITHOUT CONDOM IS SIN BUT IT IS NOT IF WE USE CONDOM! condom menjadi segala-galanya… menjadi legalisasi perzinahan. Yah jelas saja perusahan-perusahan condom gencar mendukung Free Sex, karena semakin banyak manusia yang mengadopsi perilaku free sex, semakin besar pula pangsa pasar mereka dan semakin besar profit yang mereka dapat. Luar biasa bukan usaha mereka untuk meraup keuntungan? Sampai-sampai moral manusia tidak di pedulikan.


First Thought

Hei World…

From this moment I decided to join in blogger society, to be a really really World citizen.



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.